Selasa, 15 Desember 2015

tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu ( KET )



 KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU




1. Tanda dan Gejala


Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan di luar kavum uteri. Sebagian besar kehamilan ektopik tidak dapat berlangsung hingga sembilan bulan. Biasanya ibu akan mengalami beberapa gejala yang menyerupai kehamilan normal. Bedanya tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu disertai rasa sakit dan perdarahan.


Mual-Muntah
Meskipun bukan termasuk kehamilan normal, namun hormon kehamilan ibu meningkat sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah seperti ibu hamil pada umumnya. Gejala ini hanya dirasakan sebagian ibu, sedangkan sebagian yang lain mampu beradaptasi dengan baik. Mual-muntah pada ibu hamil berlangsung pada trimester pertama atau hingga janin meninggal.


Amenore
Sejak terjadinya pembuahan, ibu tidak lagi mendapati haidnya. Proses pematangan sel telur berhenti serta-merta ketika ibu positif hamil. Gejala kehamilan ektopik ini sama dengan ibu hamil normal. Amenore akan berlangsung hingga terjadi kematian janin atau robekan dinding tuba.


Nyeri Perut Bagian Bawah
Rasa nyeri adalah gejala kehamilan ektopik terganggu yang paling utama.  Nyeri ini disebabkan peregangan dinding tuba atau ruptur tuba. Nyeri yang dirasakan ibu berbeda-beda tergantung penyebabnya. Nyeri yang disebabkan ruptur tuba bisa membuat ibu pingsan. Namun, apabila janin belum terlalu besar dan nyeri hanya disebabkan peregangan dinding tuba, maka ibu hanya akan mengeluh sakit perut yang tidak seberapa.
Rasa nyeri juga dirasakan ibu pada pemeriksaan serviks uteri dan kavum douglasi (tempat kosong diantara vagina dan anus). Selain itu, kavum douglasi juga menonjol seperti tumor pada perabaan luar. Penonjolan tersebut berasal dari embrio dan darah yang menggumpal. Penonjolan pada kavum douglasi juga menyebabkan rasa nyeri saat buang air besar.


Perdarahan
Gejala kehamilan ektopik terganggu yang lain adalah perdarahan pervaginam. Perdarahan ini disebabkan kematian janin, pelepasan dinding rahim terluar, dan robekan dinding tuba. Perdarahan yang disebabkan kematian plasenta dan peluruhan dinding rahim merupakan akibat dari gangguan pembentukan HCG. Frekuaensi perdarahan berkisar antara 51 hingga 93%. Biasanya perdarahan pada kehamilan ektopik terganggu berwarna coklat tua.


Nyeri Bahu
Perdarahan dalam rongga perut dapat merangsang diafragma sehingga menyebabkan nyeri bahu. Apabila darah dalam rahim menggumpal, maka nyeri yang dirasakan akan bertambah parah, bahkan menjalar ke daerah lain seperti punggung dan seluruh perut. Nyeri bahu ini tidak terjadi pada kehamilan normal.


Abnormalitas TTV
Gejala kehamilan ektopik terganggu yang terakhir adalah abnormalitas tanda-tanda vital. Pada keadaan yang parah tanda vital ibu menunjukkan adanya kegawatdaruratan. Tekanan darah ibu akan menurun disertai dengan peningkatan denyut nadi dan sesak nafas. Keadaan ini memerlukan pertolongan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa ibu.


2. Faktor Resiko
Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik. Namun perlu diingat bahwa kehamilan ektopik dapat terjadi pada wanita tanpa faktor risiko. Faktor risiko kehamilan ektopik adalah :
1. Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
Risiko paling besar untuk kehamilan ektopik. Angka kekambuhan sebesar 15% setelah kehamilan ektopik pertama dan meningkat sebanyak 30% setelah kehamilan ektopik kedua.
2. Penggunaan kontrasepsi spiral dan pil progesteron
Kehamilan ektopik meningkat apabila ketika hamil, masih menggunakan kontrasepsi spiral (3 – 4%). Pil yang mengandung hormon progesteron juga meningkatkan kehamilan ektopik karena pil progesteron dapat mengganggu pergerakan sel rambut silia di saluran tuba yang membawa sel telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi ke dalam rahim.
3. Kerusakan dari saluran tuba
Telur yang sudah dibuahi mengalami kesulitan melalui saluran tersebut sehingga menyebabkan telur melekat dan tumbuh di dalam saluran tuba. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan saluran tuba diantaranya adalah :
  • Merokok : kehamilan ektopik meningkat sebesar 1,6 – 3,5 kali dibandingkan wanita yang tidak merokok. Hal ini disebabkan karena merokok menyebabkan penundaan masa ovulasi (keluarnya telur dari indung telur), gangguan pergerakan sel rambut silia di saluran tuba, dan penurunan kekebalan tubuh
  • Penyakit Radang Panggul : menyebabkan perlekatan di dalam saluran tuba, gangguan pergerakan sel rambut silia yang dapat terjadi karena infeksi kuman TBC, klamidia, gonorea
  • Endometriosis : dapat menyebabkan jaringan parut di sekitar saluran tuba
  • Tindakan medis : seperti operasi saluran tuba atau operasi daerah panggul, pengobatan infertilitas seperti bayi tabung –> menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar